⋘⊱╬†―۩― Chatter's Gelandangan Blog's ―۩―†╬⊰⋙
go to my homepage
Enter Here

Senin, 08 November 2010

Gempa 3,8 SR Goncang Wonosari Yogyakarta

Gempa 3,8 skala richter (SR) menggoncang Wonosari, Yogyakarta. Gempa yang berpusat di darat ini, berada di 12 Km barat daya Wonosari, Yogyakarta.

Dari twitter Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), @infoBMKG ini gempa itu terjadi pada Minggu (7/11/2010) pukul 23.08 WIB, tepatnya di 8'03 Lintang Selatan (LS) dan 110'51 Bujur Timur (BT).

Gempa berkedalaman 10 Km ini dirasakan di Bantul, dengan skala getaran III MMI.

Ya Allah...segera sudahi ujian yang kau berikan untuk umatMu ...

Minggu, 07 November 2010

Makhluk-makhluk Gaib Penunggu Gunung Merapi !

Penunggu Merapi yang mengendalikan gunung Merapi Tentu saja ini adalah mitos. Tapi masyarakat Jawa memang kental dengan yang namanya mitos alias gugon tuhon ini. Nah dalam peristiwa meletusnya gunung Merapi, kembali mitos ini mencuat ke permukaan. Apalagi kemudian sosok fenomenal Mbah Maridjan menjadi korban dalam letusan kali ini.

Makhluk halus yang dipercaya masyarakat adalah penunggu Gunung Merapi yang tentu saja juga dipercaya berpengaruh dalam peristiwa-peristiwa bencana letusannya. Semua silahkan diikuti dibawah ini penjelasannya.

Eyang Merapi

Penduduk setempat mengatakan Eyang Merapi sebagai penunggunya. Tapi siapakah sebenarnya Eyang Merapi itu? Menurut mbah Maridjan, Eyang Merapi adalah seorang raja sekaligus tokoh utama yang menjadi pimpinan seluruh lelembut penghuni Merapi.

Eyang Sapu Jagad

Tokoh kedua yang keberadaannya juga masyarakat setempat adalah Eyang Sapu Jagad. Penunggu kawah Merapi inilah yang memegang kunci meledak atau tidaknya gunung tersebut. Makanya, demi menjaga kemarahannya, setiap tahun sekali Kraton Jogjakarta menyelenggarakan ritual labuhan yang dipersembahkan kepadanya, termasuk kedua stafnya yakni Kyai Grinjing Wesi dan Kyai Grinjing Kawat.

Eyang Megantara

Tokoh ketiga adalah Eyang Megantara. Pemuka dedemit yang berdiam diri di puncak Merapi ini memiliki kewenangan mengendalikan cuaca dan mengawasi sekitar kawasan Merapi. Tidak banyak penjelasan tentang tokoh ketiga dari Penunggu Gunung Merapi ini.

Nyi Gadung Melati

Tokoh keempat adalah Nyi Gadung Melati, dia pemimpin dedemit wanita dengan ratusan pasukannya yang rata-rata berwajah manis serta berseragam busana warna hijau pupus pisang. Tugas pokoknya adalah menjaga kesuburan tanaman gunung.

Eyang Antaboga

Tokoh kelima adalah Eyang Antaboga. Makhluk dari bangsa jin ini mendapat tugas cukup berat karena harus selalu menjaga keseimbangan gunung agar tidak melorot tenggelam ke dasar bumi. 

Kyai Petruk

Tokoh keenam Kyai Petruk. Pemuka jin ini bertugas memberi wangsit mengenai waktu meletusnya Merapi, termasuk juga memberi kiat-kiat tertentu kepada penduduk agar terhindar dari ancaman bahaya lahar panas Merapi. Dipundak jin inilah keselamatan penduduk tergantung.

Kyai Sapu Angin

Tokoh ketujuh adalah Kyai Sapu Angin. Tokoh ketujuh ini merupakan pemimpin roh halus yang khusus mengatur arah angin adalah Kyai Sapu Angin.

Kyai Wola-Wali

Tokoh kedelapan adalah Kyai Wola-Wali. Tokoh kedelapan ini adalah pemuka jin kedelapan yang tugasnya menjaga sembari mengatur teras keraton Merapi.

Kartadimejo

Tokoh kesembilan adalah Kartadimejo. Tokoh kesembilan ini bertugas sebagai komandan pasukan makhluk halus sekaligus menjaga ternak serta satwa gunung, termasuk memberi kepastian kepada penduduk tentang kapan tepatnya Merapi meletus. Jin terakhir ini kerap mendatangi penduduk sehingga namanya cukup terkenal di kalangan penduduk Merapi.

Evakuasi Korban Merapi, 5 Relawan Tewas Terkena Wedhus Gembel

Kalangan relawan kembali berduka. Lima personel relawan Tagana tewas terkena wedhus gembel saat berusaha menyisir warga korban jiwa Merapi di Glagarejo dan Wukirsari, Cangkringan, Sleman, DIY.

"Informasi dari tim SAR, 5 relawan meninggal akibat awan panas," ujar Staf Khusus Presiden SBY bidang Bencana, Andi Arief, Minggu (7/11/2010).

Andi menuturkan, relawan Tagana menjadi korban saat mengevakuasi korban jiwa di Glagahsari. Kala itu kelima korban baru saja mendapatkan 1 jenazah. "Tadi baru dapat satu korban keburu turun awan panas," ujarnya. Andi belum mengetahui siapa saja korban tersebut.

Luncuran awan panas Merapi memang fluktuatif. Pantauan detikcom, awan panas itu antara lain juga meluncur sekitar pukul 10.20 WIB. Sekitar 40 orang anggota tim SAR yang sedang menyisir Dusun Ngempring dan Dusun Ngancar, Kecamatan Cangkringan, Kabupetan Sleman, DIY, berlarian turun menuju truk dan sepeda motor yang mereka bawa.

"Ada awan panas, turun!" teriak salah seorang anggota tim SAR di Dusun Ngempring

Puluhan anggota tim SAR itu kemudian berlarian turun menuju motor dan truk. Meraka langsung memacu kencang kendaraannya untuk turun ke daerah yang lebih aman.

Diduga awan panas juga menuju ke Glagahsari sehingga menewaskan 5 relawan malang tersebut. Radius aman saat ini adalah di luar 20 km.

Pada Oktober lalu, relawan PMI bernama dr Tutur juga menjadi korban tewas awan panas ketika berusaha menjemput Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Cangkringan.

Merapi Luncurkan Awan Panas, Tim SAR Berlarian Selamatkan Diri

Luncuran wedhus gembel tiba-tiba menyembur dari Gunung Merapi. Awan panas ini membuat tim SAR yang sedang melakukan pencarian korban tewas harus menghentikan pencarian dan berlarian ke tempat yang lebih aman.

Awan panas itu mulai meluncur sekitar pukul 10.20 WIB. Sekitar 40 orang anggota tim SAR yang sedang menyisir Dusun Ngempring dan Dusun Ngancar, Kecamatan Cangkringan, Kabupetan Sleman, DIY, berlarian turun menuju truk dan sepeda motor yang mereka bawa.

"Ada awan panas, turun!" teriak salah seorang anggota tim SAR di Dusun Ngempring, Minggu (7/11/2010).

Puluhan anggota tim SAR itu kemudian berlarian turun menuju motor dan truk. Meraka langsung memacu kencang kendaraannya untuk turun ke daerah yang lebih aman.

Awan panas yang meluncur ke arah selatan menuju Kali Gendol ini juga membuat warga Dusun Butuh, Argomulyo, Cangkringan, Sleman, beramai-ramai turun melewati Jalan Desa Sindumartani. Mereka kembali ke desa karena ingin menyelamatkan hewan ternak dan harta benda yang masih tersisa.

Hingga pukul 10.45 WIB masih terjadi letusan awan panas. Cuaca di sekitar Merapi mendung. Namun kepulan asap tersebut masih terlihat.

Selain awan panas, suara gemuruh juga terdengar dari dalam Merapi. Suara gemuruh ini cukup kuat sehingga terdengar hingga radius 20 kilometer.

3 Pria Mengaku Titisan Mbah Petruk & Kiai Sapu Jagat, Orasi di Depan Pengungsi

Sekitar pukul 11.30 WIB, tiba-tiba saja Posko SAR Balerante di Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, kedatangan tiga laki-laki yang bikin heboh. Ketiga warga Desa Talun, Kecamatan Pemalang, itu mengaku titisan Mbah Petruk dan Kiai Sapu Jagat -- yang menurut cerita rakyat setempat merupakan penguasa Gunung Merapi.

Tiga laki-laki bernama Warjo, Waliti dan Pardiyo, datang menggunakan sepeda motor. Setibanya di lokasi ketiganya langsung menghampiri para pengungsi dan relawan.

Waliti bertindak sebagai juru bicara. Waliti mengatakan, sebagai titisan Mbah Petruk, dia diamanatkan untuk menyampaikan pesan agar para warga yang menjadi korban letusan Merapi agar sebaiknya mengungsi ke daerah Klaten yang dianggap lebih aman.

"Saya ini titisan Mbah Petruk, Yogya akan saya bumi hanguskan karena Raja tidak menurut pada penguasa Merapi dan penguasa Pantai Selatan," ujar Waliti yang mengenakan batik lengan panjang sambil berteriak-teriak di depan para pengungsi.

Sambil mengacungkan salah satu jarinya, dia meminta warga tidak menyepelekan amanat yang dibawanya itu.
"Saya meminta warga untuk mengungsi di Klaten saja, karena akan selamat, sebab yang akan dibumihanguskan, oleh Mbah Petruk adalah wilayah Yogyakarta yang masuk di dalam wiyah kekuasaan Keraton Yogya," katanya dengan suara nyaring dalam bahasa Indonesia.

Dia lalu menyambung dengan bahasa Jawa. "Nek arep ngungsi neng Klaten wae, mesti slamet (Kalau mau mengungsi ke Klaten saja, pasti selamat)," katanya.

Aksi Waliti ini mencuri perhatian warga yang mengungnsi. Para relawan berusaha meminta Waliti agar tetap tenang. Waliti mencoba mengarah ke barak pengungsian, namun petugas buru-buru menghalaunya.

Pardiyo juga tak mau kalah untuk ikut berorasi. Dia mengatakan kepemimpinan SBY sudah tidak bisa dipercaya lagi.

"Kita tidak percaya pada kepemimpinan SBY. Yudhoyono suruh ke sini karena tidak bisa menyelesaikan krisis Merapi," ucap Pardiyo.

Mencegah aksi ini terus berlanjut, Tim SAR kemudian mengamankan ketiganya dan membawa mereka masuk ke dalam ambulans. Ketika diboyong menuju ambulans, Waliti yang mengaku sebagai titisan Mbah Petruk tersebut sempat memamerkan "kesaktian"-nya. Waliti sempat membeturkan keningnya di aspal, yang memicu ketakutan para warga.

SITUASIONAL REPORT SABTU 6 NOVEMBER 2010

Letusan Gunung Merapi (2.968 m dpl) untuk kesekian kalinya pada Jumat, 5 November 2010, dini hari menciptakan eksodus pengungsi besar-besaran di empat kabupaten, Sleman, Magelang, Klaten, dan Boyolali. Berdasarkan informasi yang diperoleh relawan Jalin Merapi, pengungsi bahkan sampai ke Gunung Kidul, Bantul dan Kulon Progo. Pasalnya, daya letusan kali ini lebih besar daripada sejumlah letusan sebelumnya sejak erupsi pertama pada Selasa, 26 Oktober 2010. Sehingga, dampak daerah terpapar letusan juga kian meluas. Sejumlah pos pengungsian yang berada di radius 10-15 km dari puncak tak ayal harus turut dikosongkan ke lokasi yang lebih jauh dan lebih aman.

Proses evakuasi berlangsung sejak Kamis malam secara berangsur-angsur dengan menggunakan sarana transportasi yang tersedia. Namun, eksodus besar-besaran terjadi pada Jumat dini hari karena sejumlah pos pengungsian yang semula telah didatangi pengungsi dari lokasi di atasnya harus turut dikosongkan ke tempat yang lebih jauh. Kebutuhan sarana transportasi yang memadai dalam kondisi eksodus besar-besaran seperti ini menjadi hal yang sangat krusial. Yang jauh lebih penting, eksodus besar-besaran ini mengakibatkan penanganan pengungsi di sejumlah titik pengungsian di Sleman, Klaten, Boyolali, dan Magelang cukup berantakan.

Paska eksodus besar-besaran ini, muncul beberapa masalah utama:

1. Kelayakan kondisi posko pengungsian baru menjadi masalah utama. Di sejumlah titik dilaporkan bahwa kondisi pengungsian baru ternyata tidak memadai karena, misalnya, tanpa genset yang dapat menyuplai aliran listrik, MCK terbatas, tidak ada pasokan air bersih siap pakai, dan minimnya tambahan tenaga lapangan. Hal-hal demikian menciptakan situasi yang kian memberatkan pengungsi yang secara fisik dan psikis memang sudah letih berpindah-pindah lokasi pengungsian selama 10 hari terakhir.

2. Bantuan tidak terdistribusi secara merata, proses distribusi bantuan tidak terkoordinir. Hingga Sabtu malam (06/11), kebutuhan umum yang sering muncul di banyak lokasi pengungsian adalah: a. Air minum dan air bersih untuk MCK. b. Pakaian dalam (celana dalam, BH, dan kaos dalam anak-anak). c. Perlengkapan dan makanan bayi (susu, vitamin, sabun, sampo, pempers, popok, dan selimut). d. Kebutuhan lansia (pempers, jarit, makanan, dan susu). e. Pembalut wanita. f. Obat-obatan ringan dan minyak kayu putih. g. Pelaratan masak dan bahan mentah untuk dapur umum. h. Peralatan mandi dan cuci. i. Peralatan tidur (alas tidur dan selimut). j. Mainan anak.

3. Jika mengamati daftar kebutuhan di atas, jelas bahwa kebutuhan khusus kelompok rentan masih terabaikan, yaitu kebutuhan bayi, anak, difabel, lansia, dan perempuan. Selain itu, distribusi relawan juga tidak merata. Banyak sekali posko pengungsian yang membutuhkan relawan medis.

4. Tidak sedikit anak-anak dan manula yang terpisah dari keluarganya saat proses evakuasi besar-besaran tersebut. Gerakan lost and found yang terkoordinasi dengan baik menjadi sangat penting.

5. Belum adanya data titik-titik posko pengungsian yang komprehensif. Pendataan titik posko ini harus segera dilakukan mengingat posko pengungsian tersebar luas, tidak hanya posko besar yang terus-menerus disorot media massa, terutama televisi. Secara umum, lokasi pengungsian baru terpetakan menjadi dua tipe: a. Terkonsentrasi dalam jumlah besar seperti Stadion Maguwoharjo Sleman dan Pendopo Pemkab dan DPRD Klaten. b. Terkelompok-kelompok dalam jumlah kecil di pos-pos baru yang merupakan inisiatif warga, kampus, atau kelompok masyarakat. Masing-masing tipe pengungsian ini memiliki konsekuensi kebutuhan dan dampak yang berbeda pula.

6. Hingga Sabtu malam (06/11), di banyak posko pengungsian, terutama di posko-posko besar, belum ada data rinci jumlah dan komposisi pengungsi. Jika tidak segera dilakukan pendataan dengan baik, maka penanganan pengungsi yang tersebar tidak terkendali ini akan menimbulkan masalah. Diharapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana beserta perangkat pemerintah daerah di Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah yang wilayahnya menjadi lokasi posko pengungsian, segera melakukan penyisiran dan pendataan pengungsi untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan pantauan lapangan relawan Jalin Merapi, sangat banyak posko pengungsian yang diselenggarakan secara swadaya oleh warga, mulai dari masalah logistik, infrastruktur, kesehatan, hingga keamanan. Kelompok masyarakat sipil yang secara mandiri berinisiatif mengelola posko pengungsian adalah institusi pendidikan, lembaga dan kelompok keagamaan, NGO, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya. Peran masyarakat sipil ini juga sangat jelas dalam gerakan nasi bungkus yang telah berhasil menjamin ketersediaan makanan di posko pengungsian selama masa eksodus besar-besaran kemarin. Gerakan nasi bungkus yang spontan ini kemungkinan tidak akan bertahan lama. Pertanyaan penting yang harus diajukan adalah: dimanakah negara? Jika selama ini peran-peran negara dalam masa bencana diambil masyarakat sipil, bukan berarti negara bisa lepas tanggung jawab.

Saluran Bantuan:

Diantar langsung ke lokasi kontak dibawah ini, atau transfer bank ke

CIMB NIAGA
Cab. Slamet Riyadi Solo
acc. 056-010422-1003
SWIFT CODE : BNIAIDJA
a/n Yayasan COMBINE Resource Institution

Kontak di Jalin Merapi

Kontak Posko di Jogja:
COMBINE Resource Institution
Jl KH Ali Maksum 183 Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon - Bantul, DIY. 55188
Telp 0274 411 123 /
0274 - 749 8131 (TELP SAJA)
SMS: 08180 438 9000 (SMS SAJA)

Peta Lokasi Posko Jalin Merapi

Log In


Widget by __Vallent__

Translate

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
Chatter's Gelandangan. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Statistik

Technology Blogs - Blog Rankings
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Visitors

 

About Me

Foto saya
Chater Gelandangan adalah sebuah media yang terbuka untuk umum.Guna menambah teman, sodara dan juga untuk mempererat tali silaturahmi para CHATTER

Our Music

Template by Nd0n