⋘⊱╬†―۩― Chatter's Gelandangan Blog's ―۩―†╬⊰⋙
go to my homepage
Enter Here

Rabu, 03 November 2010

Status Waspada, Semeru Semburkan Lava Pijar

Status Waspada, Semeru Semburkan Lava Pijar
Santi Rahayu - detikSurabaya


<p>Your browser does not support iframes.</p>

Illustrasi
<a href='http://us.openx.detik.com/delivery/ck.php?n=aca95ca9&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://us.openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=159&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=aca95ca9' border='0' alt='' /></a>
Lumajang - Gunung Merapi yang saat ini siaga karena aktivitasnya yang meningkat beberapa waktu terakhir ini. Ini berbeda dengan kondisi Gunung Semeru. Status vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, masih tetap pada level waspada.

"Dari laporan terakhir yang disampaikan Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, status vulkanik Semeru tetap normal aktif pada level waspada," kata Sekretaris Satlak Penangulangan Bencana (PB) Lumajang Rochani saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Minggu (24/10/2010)

Rochani yang juga menjabat sebagai Kepala Bakesbangpol Lumajang ini mengatakan interval letusan berkisar antara 10 menit sampai 13 menit. "Interval letusan ini menurut vulkanologi masih wajar. Tidak terjadi peningkatan ataupun kondisi yang membahayakan," ungkapnya.

Rochani mengatakan gunung yang memilik ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut ini memang sempat megeluarkan lava pijar. "Lava pijar terakhir meluncur turun berjarak 300 meter seminggu lalu. Lava pijar meluncur turun melalaui DAS Semeru. Namun, hal ini juga dinilai wajar karena menjadi aktivitas rutin Semeru," tuturnya.

Adanya luncuran lava pijar itu kata dia tidak membuat masyarakat di bawah kaki gunung khawatir. Tapi pemkab meminta warga agar tetap meningkatkan kewaspadaannya. Warga sekitar lereng Semeru, terutama yang bermukim di kawasan Rowo Baung, Kecamatan Pronojiwo yang masuk wilayah luncuran lava pijar, sejauh ini telah dibekali berbagai sosialisasi tanggap dini bencana Semeru.

"Warga sekitar sudah paham dengan karakteristik Semeru. Bahkan, Satlak PB Lumajang bekerja sama dengan Badan Nasional Pnanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu lalu telah mengelar simulasi bencana Semeru. Jadi, masyarakat sudah terlatih dengan kondisi bahaya, jika terjadi potensi bencana Semeru," ujarnya.

Jika kawasan Semeru tertutup awan gelap, kondisi itu menandakan hujan dan terjadi luncuran lahar dingin. "Dengan kondisi cuaca seperti ini, Satlak terus bekerja memberikan himbauan kepada warga di sekitar DAS Semeru, jika sewaktu-waktu terjadi luncuran lahar dingin," jelasnya.

Lahar dingin Semeru, lanjut Rochani, rutin terjadi jika debit curah hujan di kawasan puncak Semeru tinggi.

"Yang menjadi fokus perhatian kami adalah para penambang pasir yang bekerja di sepanjang DAS Semeru, agar mereka berhati-hati dengan luncuran lahar dingin ini. Karena, lahar bisa meluncur sewaktu-waktu yang membawa material vulkanik berupa pasir dan bebatuan dalam jumlah besar yang membahayakan keselamatan jiwa," tandasnya.

(wln/wln)

  ellena- detikSurabaya


<p>Your browser does not support iframes.</p>

Illustrasi
<a href='http://us.openx.detik.com/delivery/ck.php?n=aca95ca9&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://us.openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=159&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=aca95ca9' border='0' alt='' /></a>
Lumajang - Gunung Merapi yang saat ini siaga karena aktivitasnya yang meningkat beberapa waktu terakhir ini. Ini berbeda dengan kondisi Gunung Semeru. Status vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, masih tetap pada level waspada.

"Dari laporan terakhir yang disampaikan Pos Pantau Gunung Semeru di Gunung Sawur, status vulkanik Semeru tetap normal aktif pada level waspada," kata Sekretaris Satlak Penangulangan Bencana (PB) Lumajang Rochani saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Minggu (24/10/2010)

Rochani yang juga menjabat sebagai Kepala Bakesbangpol Lumajang ini mengatakan interval letusan berkisar antara 10 menit sampai 13 menit. "Interval letusan ini menurut vulkanologi masih wajar. Tidak terjadi peningkatan ataupun kondisi yang membahayakan," ungkapnya.

Rochani mengatakan gunung yang memilik ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut ini memang sempat megeluarkan lava pijar. "Lava pijar terakhir meluncur turun berjarak 300 meter seminggu lalu. Lava pijar meluncur turun melalaui DAS Semeru. Namun, hal ini juga dinilai wajar karena menjadi aktivitas rutin Semeru," tuturnya.

Adanya luncuran lava pijar itu kata dia tidak membuat masyarakat di bawah kaki gunung khawatir. Tapi pemkab meminta warga agar tetap meningkatkan kewaspadaannya. Warga sekitar lereng Semeru, terutama yang bermukim di kawasan Rowo Baung, Kecamatan Pronojiwo yang masuk wilayah luncuran lava pijar, sejauh ini telah dibekali berbagai sosialisasi tanggap dini bencana Semeru.

"Warga sekitar sudah paham dengan karakteristik Semeru. Bahkan, Satlak PB Lumajang bekerja sama dengan Badan Nasional Pnanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu lalu telah mengelar simulasi bencana Semeru. Jadi, masyarakat sudah terlatih dengan kondisi bahaya, jika terjadi potensi bencana Semeru," ujarnya.

Jika kawasan Semeru tertutup awan gelap, kondisi itu menandakan hujan dan terjadi luncuran lahar dingin. "Dengan kondisi cuaca seperti ini, Satlak terus bekerja memberikan himbauan kepada warga di sekitar DAS Semeru, jika sewaktu-waktu terjadi luncuran lahar dingin," jelasnya.

Lahar dingin Semeru, lanjut Rochani, rutin terjadi jika debit curah hujan di kawasan puncak Semeru tinggi.

"Yang menjadi fokus perhatian kami adalah para penambang pasir yang bekerja di sepanjang DAS Semeru, agar mereka berhati-hati dengan luncuran lahar dingin ini. Karena, lahar bisa meluncur sewaktu-waktu yang membawa material vulkanik berupa pasir dan bebatuan dalam jumlah besar yang membahayakan keselamatan jiwa," tandasnya.

(ellena)

Suhu Udara di Semeru Capai Titik Beku, Pendaki Diminta Waspada

Suhu Udara di Semeru Capai Titik Beku, Pendaki Diminta Waspada
  vallent-


<p>Your browser does not support iframes.</p>

File Budi Hartadi
<a href='http://us.openx.detik.com/delivery/ck.php?n=aca95ca9&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://us.openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=159&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=aca95ca9' border='0' alt='' /></a>
Lumajang - Dampak cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi, membuat suhu di kawasan Ranu Kumbolo, Gunung Semeru mencapai titik beku. Titik terendah yang terpantau pihak Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS) mencapai minus 1 derajat celcius.

Akibatnya, permukaan kawasan Ranu Kumbolo dipenuhi bunga es saat malam hari. Kondisi ini bisa terlihat dari pucuk pohon cemara dan rerumputan yang pucuk-pucuknya penuh dengan bunga es.

Anggoro Dwi Sujiarto, Kepala Bidang Pengelolaan TNBTS Kantor Wilayah II di
Lumajang ketika dikofirmasi detiksurabaya.com, Sabtu (9/10/2010) pagi, membenarkan
kondisi ini. Menurutnya, suhu Ranu Kumbolo memang sempat menembus minus satu
derajat celcius.

"Kondisi ini dipengaruhi cuaca ekstrem yang belakangan ini terjadi secara global,"
kata Anggoro Dwi Sujiarto saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya.

Meski begitu uhar Anggoro, suhu yang mencapai minus satu derajat celcius ini, tidak terjadi setiap hari. "Saat ini suhu memang mencapai titik terendah dan bahkan beku di sana. Meski, kondisi ini tidka terjadi setiap hari," sambung Anggoro lagi.

Suhu yang dingin ini, lanjut Kepala Bidang Pengelolaan TNBTS Kantor Wilayah II di
Lumajang ini, kerap terjadi saat memasuki musim kemarau yang dibarengi musim penghujan. "Cuaca lembab akibat musim kemarau yang dibarengi musim penghujan seperti sekarang ini, yang memicu kondisi turunnya suhu di kawasan Ranu Kumbolo," bebernya.

Dengan kondisi suhu terendah ini, Anggoro Dwi Sujiarto mengingatkan kepada para
pendaki, untuk mempersiapkan peralatan yang standar sesuai SOP (Standar Operasional
Prosedur).

"Para pendaki dengan kelengkapan yang memenuhi SOP tidak perlu mengkhawatirkan hal
ini. Karena, jika pendaki membawa sleeping bag saja, sudah aman kok. Sebab, ada
sleeping bag yang mampu menahan suhu sampai minus 8 derajat celcius. Masuk ke
sleeping bag sudah aman," sambil jelas Anggoro, menambahkan jika di kawasan Ranu
Kumbolo ada pondok yang bisa disediakan untuk berteduh dan menahan dingin dengan
bantuan api unggun.

Imbauan untuk kesiapaan pendaki menghadapi cuaca dingin ini, pihak TBNBTS sendiri
juga telah menerapkan prosedur dengan memberikan briefing kepada mereka sebelum
melakukan pendkaian ke puncak Semeru.

Sementara, dari data di TNBTS Kantor Wilayah II Lumajang, menyebutkan, saat ini
terdapat lebih dari 100 pendaki yang tengah berada di kawasan Puncak Semeru. Meski
suhu di puncak Semeru mencapai titik terendah, namun pendakian masih diminati.

(vallent)


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Gunung Raung di Banyuwangi Masih Normal

Gunung Raung di Banyuwangi Masih Normal
- detikSurabaya


<p>Your browser does not support iframes.</p>

ilustrasi
<a href='http://us.openx.detik.com/delivery/ck.php?n=aca95ca9&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://us.openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=159&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=aca95ca9' border='0' alt='' /></a>
Banyuwangi - Status Gunung Raung di Banyuwangi, Jawa Timur, masih terpantau normal. Gunung tersebut sebagaimana gunung aktif lainnya pasti mengeluarkan asap. Namun asapnya masih berwarna putih yang mengindikasikan banyak mengandung uap air dan emisi gas lainnya.

"Tidak ada letusan. Gunung Raung statusnya masih normal," kata Kepala Sub Bidang Pengamatan Gunung Berapi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agus Budianto kepada detikcom, Selasa (2/11/2010).

Dia menyampaikan, pihaknya terus memonitoring gunung-gunung bertipe A. Kegempaan di sekitar gunung juga dipantau untuk mengetahui aktivitas magma di dalam perut gunung. Kalaupun suatu saat nanti meletus, maka itu wajar mengingat gunung-gunung tersebut masih berstatus aktif.

"Kalau meningkat statusnya kami harus memberi warning. Tapi hingga kini belum ada laporan peningkatan aktivitas. Status gunung kan diberikan berdasarkan potensi ancamannya," sambung Agus.

Menurut dia, Gunung Raung terakhir kali meletus pada 2009. Saat itu ada sekali letusan kecil, namun status gunung tidak beranjak dari level I alias aman.

Sementara itu, kabar adanya hujan abu di sejumlah wilayah di sekitar Gunung Raung dibantah ketua Pos pemantau Gunung Raung, di Desa Sumberagung, Kecamatan Songgon, Balok Suryadi. Menurutnya, kepanikan warga itu akibat menerima informasi yang salah.

"Saya yang disalahkan, padahal tidak ada apa-apa," jelas Balok, dengan nada serius
yang menyebutkan akibat pemberitaan tersebut ia ditegur Pejabat Provinsi Jawa Timur
dan Pemkab Banyuwangi.

Untuk itu, Balok mengimbau agar masyarakat khususnya di sekitar lereng Gunung Raung untuk tetap tenang. Jikalau ada perubahan status dari aktif normal menjadi waspada, pasti pihak Pos pemantau akan menginformasikan secara resmi pada pihak terkait. (vallent)

6 Pengobatan Alami yang Bisa Dipercaya

6 Pengobatan Alami yang Bisa Dipercaya

 - anita
<p>Your browser does not support iframes.</p>


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Pengobatan alami bisa menjadi salah satu pilihan pengobatan untuk beberapa kondisi. Ada 6 pengobatan alami yang dapat dipercaya untuk mengatasi beberapa kondisi tubuh.

Beberapa pengobatan alami seperti terapi pikiran, tubuh dan akupunktur memang dipercaya bisa mengatasi kondisi tubuh tertentu. Pengobatan alami ini bisa digunakan sebagai pelengkap dari pengobatan utama.

Dikutip dari Prevention, Selasa (2/11/2010) ada 6 pengobatan alami yang bisa dipercaya untuk mengatasi kondisi tertentu, yaitu:

1. Pijat untuk mengatasi depresi

Tekanan mental dan emosional yang kronis bisa menyebabkan depresi dan sejumlah studi telah menemukan bahwa terapi pijat dapat menghilangkan depresi atau stres.

Peneliti mengungkapkan pijat dapat memacu pelepasan endorfin yang dapat meningkatkan suasan hati, serta diperkuat dengan adanya kedekatan atau kontak sentuhan. Keuntungan lain yang didapat adalah mengurangi kekakuan, raas sakit dan mempercepat penyembuhan cedera.

2. Coklat (Cocoa) untuk mengatasi hipertensi
Semakin gelap warna cocoa, maka semakin baik menurunkan tekanan darah pada orang yang hipertensi berat. Peneliti mengungkapkan kandungan flavanols dalam cocoa yang disebut epicatechin, dapat meningkatkan fungsi pembuluh darah dengan membantu merilekskan dinding pembuluh darah.

Keuntungan lain yang didapat adalah cocoa kaya antioksidan, memperkuat sistem kekebalan tubuh dan memperlambat penuaan.

3. Akupunktur untuk mengatasi sakit kronis
Penelitian baru menegaskan bahwa terapi ini bisa menghilangkan berbagai nyeri dari ujung kaki hingga kepala. Setelah melakukan 6 kali, seseorang akan merasakan efeknya atau bahkan rasa sakit tersebut hilang. Selain itu akupunktur juga diketahui dapat meningkatkan mobilitas orang yang mengalami osteoarthritis.

Menurut pengobatan China, jarum-jarum yang ditusukkan bisa membantu menyeimbangkan aliran energi. Sedangkan menurut ilmuwan barat, jarum tersebut merangsang tubuh melepaskan opioid alami, mengurangi rasa sakit yang nantinya dapat mengembalikan mobilitas, kekuatan dan fleksibilitas orang tersebut.

4. Hipnosis untuk mengatasi hot flashes (rasa seperti terbakar)
Hipnosis dapat mengubah cara otak menerima sinyal dari tubuh dan dari dunia luar, karenanya hipnosis dapat membantu otak menurunkan kepekaannya terhadap rasa panas. Keuntungan lain yang didapat adalah hipnosis bisa mengurangi kecemasan, depresi dan meningkatkan kualitas tidur.

5. Glucosamine untuk mengatasi nyeri sendi
Sebuah studi analisis mengungkapkan glucosamine yang dalam bentuk sulfat jika dikombinasikan dengan chondroitin bisa mengurangi nyeri sendi pada orang yang memiliki radang sendi sedang hingga berat. Namun satu hal yang harus diperhatikan adalah dosisnya, karena itu konsultasikan terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

6. Tai chi untuk mengatasi insomnia
Tai chi awalnya dikembangkan sebagai seni bela diri di China, tapi peneliti justru menemukan bahwa tai chi dapat membantu memperbaiki kualitas tidur orang dewasa yang mengalami insomnia sedang. Manfaat lain yang bisa didapatkan adalah membantu meningkatkan keseimbangan dan juga mengurangi risiko terjatuh.





(anita)

Kulit Telur Bisa Serap Pemanasan Global

Kulit Telur Bisa Serap Pemanasan Global

valent

<p>Your browser does not support iframes.</p>


img
(Foto: thinkstock)
Calcutta, India, Limbah cangkang atau kulit telur tampaknya belum banyak dimanfaatkan orang. Tapi penelitian terbaru menemukan bahwa kulit telur dapat membantu mengatasi perubahan iklim.

Peneliti dari University of Calcutta, India, telah menunjukkan bahwa membran yang melapisi cangkang telur dapat menyerap gas rumah kaca karbon dioksida dari atmosfer, bahkan hampir tujuh kali lipat dari berat telur itu sendiri.

"Karbon dioksida yang terangkap sementara dapat disimpan dalam bentuk ini, sampai metode energi yang efektif untuk menggunakan gas ini dapat ditemukan. Nantinya diharapkan tidak akan terjadi lagi masalah lingkungan yang terkait emisi karbon," tutur Basab Chaudhuri, pemimpin penelitian dari University of Calcutta, seperti dilansir Medindia, Senin (1/11/2010).

Chaudhuri menjelaskan bahwa cangkang telur terdiri dari tiga lapisan, yaitu kutikula pada lapisan luar, serta kandungan kalsium kenyal pada lapisan tengah dan dalam.

Lapisan tengah dan dalam terdiri dari serat protein yang terikat pada karbonat kalsium. Membran inilah yang dapat menyerap gas CO2 dan berada tepat di bawah kulit dengan ketebalan sekitar 100 mikrometer.

"Untuk mendapatkan membran ini, kami harus memisahkan membran dari kutikula. Pemisahan membran saat ini bukan merupakan proses yang efisien," jelas Chaudhuri.

Tapi menurut peneliti yang dipimpin Chaudhuri, asam lemah dapat membantu dan bisa digunakan untuk memisahkan membran dari cangkang yang akan digunakan sebagai adsorben (penyerap) karbon dioksida.

"Pemisahan mekanis ini akan dibuat untuk proses skala industri. Namun, setiap orang juga bisa mengurangi tingkat CO2 dengan mengekspos membran pada cangkang telur setelah ia makan telur," tutup Chaudhuri.

Studi ini telah diterbitkan dalam International Journal of Global Warming pada bulan Oktober lalu.



(vallent)

Diet Sukses Setelah Tes DNA

Diet Sukses Setelah Tes DNA

ellena
<p>Your browser does not support iframes.</p>


img
foto: Thinkstock
Jakarta, Makanan tertentu bisa memberikan manfaat bagi sebagian orang tetapi kadang malah berbahaya bagi yang lain. Karena ada perbedaan kebutuhan nutrisi yang dipengaruhi oleh faktor genetik, idealnya setiap manusia pernah melakukan tes DNA.

Pengaruh genetik terhadap manfaat nutrisi bagi kesehatan individu atau kelompok individu dipelajari dalam sebuah ilmu bernama nutrigenomika. Pengembangan dari ilmu ini adalah diet khusus bernama personalized nutrition, yakni memilih makanan berdasarkan kekhasan genetik seseorang.

DNA atau Deoxyribo Nucleic Acid merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. DNA inilah yang menentukan jenis rambut, warna kulit dan sifat-sifat khusus dari manusia.

Dalam sudut pandang nutrigenomika, setiap makanan dan kandungan nutrisinya memberikan manfaat yang berbeda pada setiap individu. Meski sebagian orang bisa mendapatkan manfaat dari suatu makanan, sebagian lain yang secara genetik berbeda bisa mendapatkan reaksi sebaliknya misalnya alergi.

Karena relatif masih baru, ilmu ini belum banyak dikembangkan khususnya di Indonesia. Prosedur tes DNA masih mahal sehingga tidak mungkin semua orang melakukannya hanya untuk mengetahui makanan apa yang sesuai untuk dikonsumsi.

"Teknologi untuk tes DNA masih terbatas sehingga harganya mahal. Namun jika bisa dilakukan, hal itu sebenarnya sangat bermanfaat," ungkap Dr Diana Elizabeth Waturangi, MSi, dekan Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya Jakarta dalam jumpa pers '1st Indonesian International Nutrigenomics Conference' di restoran Kembang Goela, Jakarta, Senin (1/11/2010).

Salah satu manfaatnya bisa dirasakan ketika menghadapi klaim produk-produk kesehatan yang seringkali tidak rasional. Diana mencontohkan teh hijau (green tea), yang banyak diklaim bermanfaat untuk mencegah kanker, penuaan dini dan berbagai kondisi lainnya.

"Padahal bagi sebagian orang, green tea juga bisa menyebabkan alergi. Begitu pula dengan efek ramuan-ramuan tradisional, bagi suku tertentu sangat manjur tapi bagi yang lain belum tentu karena secara genetik memang berbeda," tambahnya.

Melalui acara '1st Indonesian International Nutrigenomics Conference' yang berlangsung di Unika Atma Jaya Jakarta pada 1-4 November 2010, Diana berharap perkembangan nutrigenomik semakin mendapat tempat di kalangan ilmuwan. Konferensi yang baru pertama kali digelar di Indonesia itu dihadiri oleh 120 peserta.

"Pesertanya dari kalangan dosen, mahasiswa, ilmuwan dan nutrisionis. Bukan hanya dari Indonesia, ada juga peserta dari wilayah Asia dan Timur Tengah," ungkap Diana yang pada hari ini berkesempatan membuka konferensi tersebut.





(ellena)

Saluran Bantuan:

Diantar langsung ke lokasi kontak dibawah ini, atau transfer bank ke

CIMB NIAGA
Cab. Slamet Riyadi Solo
acc. 056-010422-1003
SWIFT CODE : BNIAIDJA
a/n Yayasan COMBINE Resource Institution

Kontak di Jalin Merapi

Kontak Posko di Jogja:
COMBINE Resource Institution
Jl KH Ali Maksum 183 Pelemsewu, Panggungharjo, Sewon - Bantul, DIY. 55188
Telp 0274 411 123 /
0274 - 749 8131 (TELP SAJA)
SMS: 08180 438 9000 (SMS SAJA)

Peta Lokasi Posko Jalin Merapi

Log In


Widget by __Vallent__

Translate

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
Chatter's Gelandangan. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Statistik

Technology Blogs - Blog Rankings
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net

Visitors

 

About Me

Foto saya
Chater Gelandangan adalah sebuah media yang terbuka untuk umum.Guna menambah teman, sodara dan juga untuk mempererat tali silaturahmi para CHATTER

Our Music

Template by Nd0n